Agak khawatir ke orang-orang terdekatku jika adikku melangkahiku sementara aku belum memiliki pendamping hidup dan rasanya aku belum membutuhkan saat ini. thats right, emang sudah saatnya punya pendamping hidup. Tapi jika suatu saat gue punya pendamping hidup kehidupan ke depannya akan seperti apa. Gue khawatir nasib gue sendiri ke depannya. Gue gak tahu seperti apa pendamping hidup gue dari sikapnya dari ketidaksukanya ya gue merasa bingung gak tahu harus berbuat apa. Sudah didesak punya pendamping hidup sementara teman-teman sudah membuka lembaran baru dan sementara gue masih gini-gini aja.

I hate this, jika ada yang tanya ke arah sana sampai sekarang. dan gue butuh healingkan ke diri sendiri dulu baru bisa membuka lembaran baru.

Ada keinginan yang belum gue capai dari pekerjaan belum mampan dan ubah pekerjaan itu jadi mampan, sukses dan banggakan ibu dan adik gue, gue pengen belajar menjadi manusia lebih baik yang sejak dulu masih bertingkah manja seperti anak kecil dan gue berjanji ke diri sendiri bahwa gue ingin bersikap dewasa dan bukan seperti anak-anak lagi serta lebih dekat sama Allah S.W.T.

Baru gue bisa buka lembaran baru sama seseorang yang belum tentu menerima kelebihan dan kekurangan gue. Gue mau kalo cari partner / teman hidup yang pastinya seiman, menerima kelebihan dan kekurangan gue, gue pengen belajar hal baru dari dia jika partner hidup gue tuh pintar melebihi gue ya gue pengen belajar dari dia dan bisa belajar sama-sama tentang hal yang gak gue ketahui selama ini seperti sains dan sosial masyarakat, belajar dari dia bagaimana gue bisa bersosial sesama manusia dan dari saling membantu serta mencari arti cinta kehidupan yang belum gue temuin selama ini.


Sekian dan Terima Kasih.

Komentar